Story of wound in Heart !
Kemarin ada lelaki yang bercerita seperti ini dalam hatinya
Dulu aku pernah menyukai seorang teman gadis aku benar-benar suka padanya semua ketulusan,pengorbanan dan keberanianku telah aku tunjukkan kepadanya aku bingung kenapa bisa aku secinta ini padanya,dia bukan gadis cantik dia hanya gadis biasa tapi aku selalu menganggapnya istimewa beda dengan gadis yang Lainnya.
Dulu aku mendapatkannya bukan hal yang mudah aku sempat terluka karena menunggu kepastiannya apakah dia juga secinta itu padaku dan ternyata setelah aku menunggu,dia mengatakan dia juga menyukaiku akhirnya aku mendapatkannya membuatku merasa bahagia menjadi kekasihnya itu anugrah bagiku namun aku kira bahagia selalu menyertaiku saat aku memilikinya ternyata dugaanku salah,kadang sakit menyelinap masuk di hati ketika hanya diam yang ia tunjjukan saat kecewa padaku tak ingin berterus terang memperbaiki semuanya dengan baik-baik, membuatku mempertanyakan kesalahan apa yang aku lakukan ketika aku sudah berusaha mencintainya mati-matian,kadang dia membuatku terbang tinggi kadang dia membuatku terjatuh,aku bertanya apakah cinta harus serumit itu, hubungan kami tak berlangsung lama karena dia memutuskan untuk memilih berteman denganku saja agar tak pernah ada ke salahpahaman dan perselisihan yang mungkin saja membuat aku dan dia saling membenci, awalnya aku tak bisa menerima alasan keputusan tapi aku tak bisa memaksanya dan dia sempat mengatakan "Cinta Tak Harus Memiliki" jadi aku katakan kepadanya bahwa aku tetap menunggunya disini sampai dia kembali lagi padaku,namun aku kira sangat mudah menjalani pertemanan itu dengannya ternyata sangat sulit menepis harapan cinta yang masih tertanam jadi aku memilih bungkam dengan semuanya walaupun dalam hati aku masih sangat menyukainya.
Sempat aku hadirkan gadis lain untuk mencoba melupakannya aku berusaha membangun cinta yang baru aku sempat bahagia tapi akhirnya aku terluka kembali jadi aku memilih untuk sendiri.
Hari Hariku ku jalani semua dan mulai menerima apa yang ada dalam hidupku,tapi Gadis itupun tiba-tiba kembali hadir dan membuatku merasakan kembali cinta lama itu tapi aku meragu untuk memintanya kembali padaku setelah sekian lama aku dan dia saling jauh
Aku takut bahwa dia sudah melupakan dan tak menginginkanku lagi jadi aku memilih untuk diam tapi waktu ke waktu aku tak bisa membendung perasaanku jadi aku mencoba memberanikan diri untuk mengatakan kembali perasaanku aku sudah siap dengan kecewa yang bisa saja hadir aku sudah siap menanggung malu jika dia menolakku,dan saat itu dia mengatakan dia juga masih menyukaiku sama seperti dulu dia tak pernah merubah sedikitpun perasaanya padaku tapi dia tak bisa lagi denganku hanya alasan dia tak ingin menyakitiku berkali kali, jujur saat itu aku susah membedakan rasa bahagia dan kecewa, bahagia karena dia mengkhawatirkanku,masih menyukaiku sama seperti dulu dan rasa kecewa setelah mendengar kata-katanya yang tak bisa lagi denganku.
Tapi
Aku ingin dia tahu...
Rasa cinta ini takkan pernah mati
Tertelan waktu sampai nanti
Sampai kita mati sampai akhir nanti
Meski sakit ini terus menghampiri
Aku takkan pergi
* * *
Sekarang ada perempuan yang bercerita seperti ini dalam hatinya
Masihkah aku disana?
Aku harap begitu
Tapi pantaskah aku berharap seperti itu ketika aku menyadari semua kesalahanku menyadari bahwa yang membuatmu pergi dari sini adalah aku.
Aku malu pada semua karena aku pernah berpura-pura telah melepaskanmu,seakan-akan tak peduli lagi denganmu mencoba menjauh darimu tapi sekarang aku yang selalu mengharapkanmu kembali.
Aku merasa bodoh menjadi pecundang yang mencintaimu dalam diam dan membiarkanmu terluka saat menungguku dan sekarang akupun yang terluka saat mengharapkanmu masih menungguku.
Aku menyesal tak menghargai waktu saat kau masih memintaku untuk kembali padamu tapi sekarang aku yang seakan-akan mengemis waktu hanya untuk melihatmu.
Aku ingin dia tahu
Sampai saat ini kau tak bisa terganti karena kaulah yang pertama membuatku jatuh cinta terlalu dalam sehingga aku tak menyanggupi membuang cinta ini jauh-jauh.
Komentar
Posting Komentar