Orang beruntung
Pernahkah kita tersakiti tapi masih bisa memaafkan sehingga dendam itu tidak menetap dalam hati dan tidak ada keresahan yang mengejar untuk membenci seseorang dan membalasnya dengan kejahatan? jika kita punya sifat pemaaf dalam diri berarti kita masih di anugrahi menjadi orang baik bisa mendapatkan kesempatan untuk tenang dan betapa membanggakan jika jiwa kita adalah jiwa jiwa yang sabar, akan ada saatnya semua sifat pemaaf dan sabar akan dibalas dengan sesuatu yang baik di tempat sebaik baiknya masa. Jangan pernah lelah untuk menjadi seseorang yang mau menjadi lebih baik untuk diri dan orang lain kita harus bersyukur karena hidayah-Nya masih bisa kita dapatkan melalui hal hal seperti itu untunglah bukan kita seseorang yang sering kali menyakiti sesama secara tega demi kesenangan yang entah berujung dimana mengorbankan perasaan orang lain untuk disakiti menyita kebahagiaan kebahagiaan yang susah mereka dapatkan.
Coba bayangkan bagaimana jika kita punya sifat pendendam tiap hari terus membenci bersama hati yang keras menerima kenyataan terasa sesak sendiri bukan? Melihat orang bahagia malah kita yang tidak suka melihat orang berduka malah kita tertawakan bukankah itu memprihatinkan punya jiwa seperti itu? kita melumpuhkan hati sendiri dan menjadi jiwa jiwa yang perlu dikasihani sebab kehilangan hatinya yang lembut.
Jadi jika hari ini kita masih seseorang yang bisa memaafkan orang lain berarti kita masih tergolong orang orang beruntung.
Coba bayangkan bagaimana jika kita punya sifat pendendam tiap hari terus membenci bersama hati yang keras menerima kenyataan terasa sesak sendiri bukan? Melihat orang bahagia malah kita yang tidak suka melihat orang berduka malah kita tertawakan bukankah itu memprihatinkan punya jiwa seperti itu? kita melumpuhkan hati sendiri dan menjadi jiwa jiwa yang perlu dikasihani sebab kehilangan hatinya yang lembut.
Jadi jika hari ini kita masih seseorang yang bisa memaafkan orang lain berarti kita masih tergolong orang orang beruntung.
Komentar
Posting Komentar