Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Orang beruntung

Pernahkah kita tersakiti tapi masih bisa memaafkan sehingga dendam itu tidak menetap dalam hati dan tidak ada keresahan yang mengejar untuk membenci seseorang dan membalasnya dengan kejahatan? jika kita punya sifat pemaaf dalam diri berarti kita masih di anugrahi menjadi orang baik bisa mendapatkan kesempatan untuk tenang dan betapa membanggakan jika jiwa kita adalah jiwa jiwa yang sabar, akan ada saatnya semua sifat pemaaf dan sabar akan dibalas dengan sesuatu yang baik di tempat sebaik baiknya masa. Jangan pernah lelah untuk menjadi seseorang yang mau menjadi lebih baik untuk diri dan orang lain kita harus bersyukur karena  hidayah-Nya masih bisa kita dapatkan melalui hal hal seperti itu untunglah bukan kita seseorang yang sering kali menyakiti sesama secara tega demi kesenangan yang entah berujung dimana mengorbankan perasaan orang lain untuk disakiti menyita kebahagiaan kebahagiaan yang susah mereka dapatkan. Coba bayangkan bagaimana jika kita punya sifat pendendam tiap hari...

Kepada teman seperjuangan menopang susah

Kau pernah mengatakan ada yang lebih rumit selain kasus cinta, Ternyata benar apa yang kau katakan itu, ada yang lebih berat ketika kau dan aku beranjak dewasa kita mulai harus belajar memperbaiki diri dan menentukan jalan lebih baik, masing masing kita akan punya beban yang tak gampang kita selesaikan akan ada kondisi kondisi lemah dalam batin sementara kita harus dipaksa untuk menjalani segala masalah yang menerpa berat sekali mencari kesempatan untuk menangisi semuanya. bukankah kita cukup malu jika terlihat seperti anak kecil terseduh seduh untuk menangis di liat oleh mata mereka, rumit sekali menjadi orang dewasa kita harus tanggung jawab dengan apa yang kita lakukan, tak selalu ada bantuan dari orang lain, kadang kita harus jatuh tersungkur demi pencapaian, kadang raga kita lelah namun masih harus bekerja demi masa depan, belum lagi kadang emosi tak terkontrol ketika ada yang berantakan. tapi adanya dirimu untukku semuanya terasa bebannya sedikit hilang... Kau berikanku ke...
Jadikanlah aku buku yang tak bosan bosan untuk kau baca sehingga kau bisa memahamiku; bacalah ketulusan yang tertulis dan temukan Bab bab kerinduan yang di karyakan hanya memang untukmu dalam diriku.