Kepada teman seperjuangan menopang susah
Kau pernah mengatakan ada yang lebih rumit selain kasus cinta,
Kau berikanku kekuatan disaat dirimu juga dalam ambang lemah.
Kau mengajakku sama sama bersujud dan berdoa.
Kau mengaminkan segala mimpi mimpiku.
Kau selalu menyemangatiku ketika aku hampir merasa kalah.
Kau memelukku ketika aku butuh seseorang.
Kau membelaku ketika sebagian orang menyalahkanku.
Kau percayaiku ketika sebagian orang menyudutkanku
Kau melarangku untuk bersedih sedangkan dalam hatimu pun tak tenang.
Kau mengajakku bermimpi paling tinggi ketika aku kehilangan harapan.
Kau selalu siap mendengar keluh kesahku.
Terimakasih untukmu dariku
-Saudaramu
Ternyata benar apa yang kau katakan itu, ada yang lebih berat ketika kau dan aku beranjak dewasa kita mulai harus belajar memperbaiki diri dan menentukan jalan lebih baik, masing masing kita akan punya beban yang tak gampang kita selesaikan akan ada kondisi kondisi lemah dalam batin sementara kita harus dipaksa untuk menjalani segala masalah yang menerpa berat sekali mencari kesempatan untuk menangisi semuanya. bukankah kita cukup malu jika terlihat seperti anak kecil terseduh seduh untuk menangis di liat oleh mata mereka, rumit sekali menjadi orang dewasa kita harus tanggung jawab dengan apa yang kita lakukan, tak selalu ada bantuan dari orang lain, kadang kita harus jatuh tersungkur demi pencapaian, kadang raga kita lelah namun masih harus bekerja demi masa depan, belum lagi kadang emosi tak terkontrol ketika ada yang berantakan. tapi adanya dirimu untukku semuanya terasa bebannya sedikit hilang...
Kau berikanku kekuatan disaat dirimu juga dalam ambang lemah.
Kau mengajakku sama sama bersujud dan berdoa.
Kau mengaminkan segala mimpi mimpiku.
Kau selalu menyemangatiku ketika aku hampir merasa kalah.
Kau memelukku ketika aku butuh seseorang.
Kau membelaku ketika sebagian orang menyalahkanku.
Kau percayaiku ketika sebagian orang menyudutkanku
Kau melarangku untuk bersedih sedangkan dalam hatimu pun tak tenang.
Kau mengajakku bermimpi paling tinggi ketika aku kehilangan harapan.
Kau selalu siap mendengar keluh kesahku.
Terimakasih untukmu dariku
-Saudaramu
Komentar
Posting Komentar